Sejarah

Program Pascasarjana  Universitas Ibn Khaldun Bogor

Program pascasarjana (PPs) UIKA Bogor didirikan tahun 2000 pada waktu kepemimpinan rektor Chaeruddin Nawawi dan Dekan FAI, Didin Hafidhuddin. Persiapan pendirian PPs dirintis pada tahun 1999. Saat itu rektor dan Dekan menugaskan Didin Saefuddin Buchori untuk menjadi ketua panitia pembentukan PPs UIKA didampingi E. Bahdruddin sebagai sekretaris.

Pada bulan Oktober 1999 Panitia mengundang Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam (dahulu Pembinaan Kelembagaan Islam) Kementerian Agama (dahulu Departemen Agama) RI, Dr. Syafi’I Mufid untuk memberikan orasi pada seminar di UIKA. Di dalam pembicaraan dengan pimpinan UIKA dan FAI, Syafi’I Mufid memberikan arahan bahwa PPs bisa mulai beroperasi sambil perizinan ke Depag diproses.

Arahan dari sekdirjen tersebut mendorong panitia untuk mempersiapkan segala sesuatunya demi terbentuknya PPs UIKA. Persiapan meliputi penerbitan SK dari YPIKA, pengusulan pimpinan PPs, pencarian staf administrasi, penetapan kurikulum dan calon dosennya, penyampaian informasi kepada para lulusan S-1, persiapan penerimaan mahasiswa, pencarian kantor sekretariat dan perisiapan-persiapan teknis lainnya.

Pimpinan PPs sementara dirangkap oleh Dekan FAI Didin Hafidhuddin sebagai ketua Program dan Pembantu Dekan I FAI, Didin Saefuddin Buchori, sebagai sekretaris program. Setelah jabatan keduanya di FAI berakhir pada tahun 2000, rektor mengangkatnya sebagai pejabat definitif di Pasca

Perkuliahan dimulai tanggal 1 Maret 2000. Program studi yang dibuka pertama kali adalah Magister Agama Islam dengan konsentrasi Pendidikan Islam dan Hukum Islam. Surat izin operasional PPs yang diajukan ke Departemen Agama RI turun pada bulan November 2001 berupa Sura Keputusan Dirjen Binbaga Islam No. E/270/2001 tanggal 20 November 2001.

Pada tahun 2005 Rektor mengusulkan agar semua fakultas yang ada di UIKA mempersiapkan pembentukan S-2 karena baru ada Fakultas Agama Islam (FAI) yang memiliki jenjang S-2. Usulan ini direspon oleh FE dengan mengajukan pembentukan Magister Manajemen. Setelah diproses ke Dirjen Dikti maka terbitlah Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas No. 3094/D/T/2005 tanggal 16 September 2005 untuk izin operasional Magister Manajemen.

Karena sudah ada prodi baru, jabatan Ketua Program PPs diubah menjadi Direktur setingkat dekan fakultas. Sejak itu, Direktur Program Pascasarjana mengelola dua Program Studi jenjang S-2 yaitu Magister Agama Islam dan Magister Manajemen. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam No. Dj.I/266/2007 tanggal 16 Juli 2007, konsentrasi yang ada pada Program Magister Agama Islam diubah menjadi dua Program Studi, yaitu Program Studi Pendidikan Islam dan Program Studi Ekonomi Islam. Prodi Pendidikan Islam terdiri atas dua konsentrasi yaitu manajemen pendidikan Islam dan pendidikan/pemikiran Islam.

Untuk menjalankan kegiatan di PPs agar berjalan lancar, PPs pun menempatkan para pemimpin pada jabatan yang sesuai dengan bidang keilmuannya. Direktur dijabat Prof. Dr. Didin Hafidhuddin yang didampingi asisten direktur yang dijabat Prof. Dr. Didin Saefuddin. Ketua Prodi Pendidikan Islam dijabat Dr. Adian Husaini didampingi sekretaris Dr. E. Bahruddin. Ketua Prodi Ekonomi Islam Dr. Ibdalsyah dan sekretaris Dr. Hendri Tanjung. Ketua Prodi Manajemen Prof. Dr. Masjhudulhak dan sekretaris Indupurnahayu, SE, MM.

Setelah banyak meluluskan magister, Program Pascasarjana mengajukan pembukaan Program Doktor (S-3) ke Kementrian Agama RI. Persiapan dimulai dengan menyusun proposal pada akhir tahun 2006 kemudian di sampaikan ke Kementrian Agama pada tahun 2007. Alhamdulillah setelah melalui presentasi dan penilaian yang seksama Program Doktor Pendidikan Islam mendapat izin operasional melalui SK Mentri Agama No. Dj.I/423/2007 tanggal 1 November 2007.

Turunnya SK tersebut memperoleh sebuah anugrah yang luar biasa mengingat untuk seluruh Indonesia, Kementrian Agama hanya member izin pada Dua Perguruan Tinggi Islam Swasta untuk membuka Program Doktor yaitu UIKA Bogor untuk Program Doktor Pendidikan Islam dan Univ. Muhammadaiyah Surakarta untuk Program Doktor Politik Islam.

Untuk menjaring mahasiswa berkualitas, PPs menjalin kerjasama dengan Dewan Dakwa Islamiyah Indonesia (DDII). Adapun bentuk kerjasamanya adalah pihak DDII mengirimkan mahasiswa S-2 ke PPs UIKA yang dibiayai atas kerjasama DDII dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam program Pendidikan Kader Ulama (PKU). Kerjasama juga dijalin dalam bentuk pengiriman mahasiswa S-3 Pendidikan Islam.

Untuk memenuhi ketentuan Badan Akreditasi Nasional, PPs juga mengajukan akreditasi untuk semua Prodi. Alhamdulillah semua Prodi telah memperoleh akreditasi dari BAN yaitu untuk Prodi Pendidikan Islam (S-2) memperoleh predikat B, Ekonomi Islam predikat B dan Manajemen predikat B. Untuk Program doktor diajukan tahun 2011.

Dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajarnya, PPs memiliki visi menjadi pusat keilmuan unggulan dengan pendekatan intergral dan Islami. Sedangkan misinya adalah menyelenggarakan kegitan pendidikan, penelitian serta pengkajian secara terpadu dan aplikatif dengan berlandaskan ajaran Islam.

Visi
“Menjadi pusat kajian keilmuan unggulan dengan pendekatan integral dan Islami”

Misi
“Menyelenggarakan kegiatan pendidikan, penelitian serta pengkajian secara terpadu dan aplikatif berlandaskan ajaran Islam”

***

Program Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun
Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2 Bogor 16162
Telp 1: 0251-8335335, Fax 1: 0251-8373765
Telp 2: 0251-7559354, Fax 2: 0251-7559354
Email: info@ppsuika.ac.id