Lebih dari 600 Orang Mengikuti Kajian Pendidikan Ketua Program Doktor PAI UIKA

Program “NGAJI PENDIDIKAN” bersama Ketua Program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Ibn Khaldun (DPAI-UIKA) Bogor, Dr. Adian Husaini, mendapat sambutan meriah dari para guru dan pegiat pendidikan di Indonesia. Pada acara Ngaji Perdana, Jumat (19/1/2024) malam, lebih dari 600 orang hadir. Hampir 400 orang mengikuti lewat media zoom dan 250 orang mengikuti lewat YouTube adianhusaini.tv.

InsyaAllah, Program NGAJI PENDIDIKAN bersama Dr. Adian Husaini akan dilaksanakan pekanan, setiap Hari Jumat malam, pkl. 20.00-21.30 WIB. Pada Kajian Perdana, Ustadz Adian membahas tema: “Menjernihkan Makna Pendidikan”. Ia merujuk terutama kepada gagasan Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas yang pernah disampaikan dalam Konferensi Pendidikan Islam di Kota Makkan, 1977.

Dalam Konferensi di Mekkah tersebut, hadir antara lain Prof. Dr. AM Saefuddin yang kemudian membuat program Islamisasi Sains dan Kampus (ISK) di UIKA Bogor. Ketika itu, tahun 1983, beliau menjabat sebagai Rektor UIKA Bogor.

Dalam acara Ngaji Pendidikan itu, Dr. Adian menguraikan juga sejumlah definisi Pendidikan yang pernah dirumuskan oleh Ki Hajar Dewantara. Juga rumusan dalam UUD 1945, dan UU Sisdiknas No 20 tahun 2020. “Konsep pendidikan ideal ini – dalam bentuknya yang paling sempurna — telah diterapkan oleh Nabi Muhammad saw dan terbukti telah melahirkan generasi terbaik,” papar Dr. Adian Husaini, yang juga Ketua Program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor.

Konsep pendidikan itu pula yang kemudian melahirkan generasi Shalahudin al-Ayyubi, Generasi Muhammad al-Fatih, dan Generasi 1945 di Indonesia. Tokoh-tokoh seperti Mohammad Natsir, Buya Hamka, dan sebagainya juga lahir dari model pendidikan seperti ini. Model pendidikan ideal inilah yang dirumuskan oleh Umar bin Khathab r.a. dalam ungkapannya: “taaddabuu tsumma ta’allmuu.”

Pada pembukaan kajiannya, Ustadz Adian menunjukkan beberapa kritik terhadap kondisi pendidikan Indonesia dari sejumlah tokoh pendidikan. Misalnya, kritik dari Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro yang pernah menjadi Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud selama dua periode. Ia pernah menulis makalah berjudul: “Mempertanyakan Cetak Biru Pendidikan Indonesia” dalam acara di Lembaga Pengkajian MPR, dimana Dr. Adian juga hadir.

Juga, kritik-kritik tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara terhadap model pendidikan Barat yang dulu dibawa oleh pemerintah kolonial Belanda. Ada lagi kritik dari Prof. Daniel Rasyid, guru besar ITS Surabaya, yang mengkritisi sistem sekolah. “Semua kritik itu menunjukkan memang ada masalah yang perlu kita perbaiki terus-menerus,” ujarnya.

Hanya saja, menurut Dr. Adian, berdasarkan UU Sisdiknas, pemerintah telah memberikan ruang yang cukup besar bagi masyarakat untuk menyelenggarakan sistem pendidikan secara lebih merdeka dan mandiri. Peluang itulah yang harus dimanfaatkan oleh masyarakat, sebesar-besarnya.

“Siapa pun presiden dan siapa pun menterinya, umat Islam diberikan kesempatan untuk merumuskan dan menyelenggarakan sistem pendidikannya sendiri,” ujar Ustadz Adian, yang sehari-hari tinggal di Pesantren At-Taqwa Depok.

Ada puluhan topik kajian yang sudah disiapkan oleh Dr. Adian pada kajian-kajian berikutnya, seperti: (1) Memahami Konsep Pendidikan Ideal “TOP” (2) Sejarah Sekularisasi Pendidikan di Indonesia dan Respon Umat Islam (3) Gelombang Kebangkitan Pendidikan Islam (1990-2024) dan Tantangannya (4) Pendidikan Adab berbasis Khazanah Islam Nusantara (5) Pemikiran dan Keteladanan Pendidikan Mohammad Natsir (6) Pemikiran Pendidikan KH Hasyim Asy’ari. (7) Pemikiran Pendidikan KH Ahmad Dahlan (7) Pemikiran Pendidikan dalam Kitab Ta’limul Muta’allim (8) Empat Keunikan Konsep Ilmu dalam Islam (9) Merumuskan Kurikulum Pendidikan Tingkat SD-SMP (10) Merumuskan Kurikulum Pendidikan Tingkat SMA (11) Aplikasi Pendidikan Akhlak di Sekolah (12) Konsep Universitas Ideal (13) Kiat Melahirkan Guru Keluarga (14) Ahlus Shuffah sebagai Model Universitas Ideal (15) Benarkah Pendidikan Indonesia Lebih Rendah Mutunya dari Cina, Finlandia dan Malaysia (16) Konsep Pendidikan untuk Melahirkan Pemimpin (17) Konsep Pendidikan Ideal dalam al-Quran Surat Luqman: 12-19. (18) Mewujudkan Pesantren sebagai Model Ideal Pendidikan Nasional (19) Inilah Hakikat Kemajuan dan Kesuksesan, (20) Kunci Sukses Pendidikan: Guru yang Beradab, (21) Saatnya Perguruan Tinggi Islam Bangkit Menjadi yang Terbaik, (22) Pendidikan yang Mendewasakan Anak pada waktunya (23) Dan topik-topik aktual lainnya.

Program Doktor Pendidikan Agama Islam (DPAI) UIKA Bogor telah meraih akreditasi UNGGUL dan telah meluluskan 303 Doktor Pendidikan Islam. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Sekretaris DPAI UIKA Bogor Dr. Budi Handrianto (0817-162044).

Semoga kita semua sehat wal-afiat dalam lindungan Allah SWT. Amin.
(Humas DPAI-UIKA, 20 Januari 2024).

You may also like...